Wajahnya keras dan beku seperti dinding batu

Answered by wiki @


Latihan memilih kata ekspresif

Jawaban

Pendahuluan

Menulis cerpen atau atau karya fiksi memerlukan keterampilan memilih kata yang bermakna kuat atau lebih ekspresif secara ekspresif.

Pembahasan

Kata emotif adalah kata-kata yang mengandung pikiran dan perasaan baik yang negatif maupun positif yang bersifat subjektif sehingga menciptakan gambaran dalam imajinasi yang merangsang pancaindra. Kosa kata emotif disebut juga kosa kata konotatif, atau kosa kata tersirat.

Cara menentukannya adalah dengan memahami kosa kata tersebut dengan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang.

Kesimpulan

1. Wajahnya keras dan beku seperti dinding batu. Ia berkata “aku ikut”. Makna yang emotif yang terkandung dalam kalimat itu adalah  

a. Keinginan yang sangat kuat untuk ikut.

b. Ia ingin ikut tetapi ada rasa enggan.

c. Keinginan ikut secara terpaksa.

2. Untuk menyatakan “diam” yang lebih ekspresif adalah  

a. Ia diam tidak bergerak.

b. Ia diam membatu.

3. Mulutnya tiba tiba rasa terkunci. Maksud kalimat tersebut adalah  

a. Ia tidak bisa berkata-kata lagi.

b. Ia tidak bisa berkata-kata karena mulutnya kaku.

4. Ada seorang baru saja kehilangan mata pencaharian. Ia tidak mampu berbuat apa-apa. Beban dan kesusahan terbayang di depan mata. Reaksi orang itu: tawa yang membungkus tangis. Maksud kalimat yang tercetak miring adalah  

a. Tawanya merupakan ungkapan dari kesedihannya.

b. Ia menertawakan dirinya sendiri yang sedang kesusahan.

5. Ia sudah jauh dari rumah. Keterasingan tiba tiba menggigit dirinya. Kalimat ini cocok untuk menggambarkan perasaan seseorang yang  

a. jauh dari rumah karena suatu tugas.

b. pergi dari rumah tanpa tujuan yang pasti.

c. merasa asing di daerahnya sendiri.

6. Kulayakkan pandangku kegugusan tanah gunung yang teriris oleh kolam. Kata teriris memiliki makna yang mirip dengan kata terbelah dalam kalimat  

a. Gempa bumi itu telah menyebabkan jalanan terbelah menjadi dua.

b. Ia memotong pohon itu hingga terbelah menjadi empat.

7. Aku telah menghabiskan waktu satu jam yang terakhir itu dengan kecemasan serta kegelisahan yang memadat. Kalimat tersebut cocok untuk menggambarkan seseorang yang  

a. Menunggu seseorang yang tanpa kepastian akan datang atau tidak.

b. Menunggu hasil ujian yang akan ditampilkan pada jam tertentu.

8. Matahari menancap tinggi di langit. Udara gerah. Kalimat ini mengandung arti  

a. Matahari tepap di atas kepala

b. Tepat pada siang hari yang panas.

9. Bahagia seperti ini terlalu besar. Dadanya sesak. Kalimat berikutnya yang cocok dengan kalimat ini adalah  

a. Aku berteriak sekencang-kencangnya.

b. Tanpa terasa airmata bahagia membanjiri pipiku.

c. Aku terdiam beberapa saat. Berusaha memahami kalau ini semua bukan mimpi.

10. Matahari telah terbenam. Onggokan-onggokan jingga di langit barat membawa malam. Kalimat ini terdapat juga menggambarkan satuan waktu  

a. pada sore hari sesudah matahari terbenam.

b. antara pukul 5 hingga 6 sore hati.

Pelajari lebih lanjut

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai kata emotif, dapat dilihat di:  

brainly.co.id/tugas/8712571

—————————–  

Detil Jawaban  

Kelas: IX

Pelajaran: Bahasa Indonesia

Kata kunci: teks cerita pendek, kalimat ekspresif, kata emotif

Bab: Menyusun Cerita Pendek (Bab 3)

Kode kategorisasi: 9.1.3

Leave a Comment