Pengaruh peristiwa tersebut terhadap persatuan dan kesatuan bangsa

Answered by wiki @


A. 1. Faktor Ekonomi

Permasalahan dalam kudeta disetiap negara tentu saja diawali dengan faktor ekonomi sebagai alasan pembenaran kudeta, tidak terkecuali di Indonesia. Ekonomi Indonesia sedang terpuruk pada tahun 1965 dimana hal ini menyebabkan dukungan dari rakyat kepada Presiden Soekarno berkurang. Ditambah lagi dengan kebijakan “Ganyang Malaysia” yang dianggap akan memperparah kondisi ekonomi Indonesia saat itu, kepercayaan masyarakat Indonesia dan militer mencapai titik terburuk saat itu.

Kenaikan inflasi sebesar 650% semakin memperburuk suasana dan situasi saat itu, dimana rakyat banyak yang kelaparan, dan hal ini sebenarnya disebabkan karena gagasan dua panglima tinggi yaitu Jendral Suharto dan Jendral Nasution.

2. Angkatan Kelima Gagasan PKI

Pengaruh PKI pada tahun 1965 mencapai pada puncaknya dimana pengikut dan simpatisan PKI telah memasuki dengan elemen masyarakat, dan memiliki hubungan yang cukup baik dengan Presiden Soekarno. Di tahun 1965 itu, PKI mengusulkan kepada Presiden Soekarno untuk menambah angkatan militer yang dinamakan ‘Angkatan Kelima’ diluar dari TNI dan berdiri sendiri. Hal ini tentunya menyebabkan kecurigaan antara pihak militer dan PKI.

3. Kesehatan Presiden Soekarno

Pada tahun 1964 dikabarkan bahwa Presiden Soekarno sedang sakit parah, tentu saja hal ini menyebabkan kecemasan dan rumor perebutan kekuasaan bila Presiden Soekarno akan meninggal dunia. Akan tetapi, ini sebenarnya diketahui oleh ketua PKI yaitu Aidit bahwa Presiden Soekarno hanya sakit ringan. Jadi kemungkinan sangat besar kalau ini dilakukan oleh pihak ke 3 yang bukan dari Presiden Soekarno maupun PKI, bagaimanapun juga, kecemasan akibat isu kesehatan ini tetap menjadi salah satu penyebab G30S PKI

4. Permusuhan Dengan Malaysia

Faktor ini juga menjadi salah satu sebab kuat, karena PKI lah yang menghasut Presiden Soekarno untuk bersikap lebih tegas dan menolak negosiasi yang diusulkan oleh Presiden Pilipina dan Perdana Mentri Malaysia saat itu. Tentu saja hal ini tidak lepas dari tindakan rakyat Malaysia saat itu yang menyerbu gedung KBRI dan membuat PM Malaysia saat itu Tunku Abdul Rahman dipaksa menginjak lambang negara Indonesia. Aksi ini membuat Presiden Soekarno sangat murka dan membuat gerakan “Ganyang Malaysia” untuk balas dendam terhadap aksi itu, tentu saja hal ini tidak didukung penuh oleh Militer. Salah satu alasannya adalah karena Malaysia memiliki bantuan dari Inggris, dan Indonesia dengan kondisi ekonomi dan tentara yang kurang memadai dirasa oleh para Jendral angkatan darat tidak bisa menyaingi kekuatan militer mereka.

5. Amerika Serikat Sebagai Aktor Dibalik Layar

Tentu saja kita tahu bahwa Ameria Serikat sebagai negara liberal tentunya anti komunisme, oleh karena itu melalui CIA mereka berusaha agar pemerintahan Indonesia saat itu tidak jatuh kedalam kuasa PKI yang merupakan partai komunis. Dengan kedekatan Presiden Soekarno yang sangat erat dengan PKI.

B. Beberapa teori yang menjelaskan dalang dari peristiwa 30 September, mulai dari teori yang mengatakan bahwa Soekarno adalah dalang dari gerakan ini karena Soekarno sempat mengamankan diri ke bandara Halim Perdana Kusuma sebelum peristiwa tersebut, hingga teori tentang keterlibatan CIA yang menginginkan Indonesia untuk berpihak kepada mereka, mengingat 1965 sedang terjadi Perang Dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet. Dan teori yang paling populer adalah PKI sebagai dalangnya karena mereka melakukan penculikan beberapa Jendral Angkatan Darat yang dianggap pernah menghalangi ide pembentukan angkatan kelima yaitu Buruh dan Petani diberikan persenjataan, jika Buruh dan Petani diberikan senjata maka PKI lah yang diuntungkan karena basis pendukung mereka adalah Buruh dan Petani.

C. Berikut adalah pengaruh G 30 S/PKI:

– Kekuatan politik di Indonesia sudah hancur setelah kegagalan kudeta tersebut.

– Kewibawaan Presiden Soekarno berkurang.

Bersatunya TNI dan kaum agama untuk membalas PKI.

– Pembantaian orang-orang yang berhubungan dengan PKI atau dianggap pendukung PKI secara besar-besaran. Bahkan pembantaian ini dikenal di dunia sebagai anti-communist purge.

– Pasca pembantaian orang PKI atau yang dianggap PKI, TNI menjadi kekuatan baru.

– Kondisi politik bangsa menjadi tidak stabil karena adanya pertentangan di para penyelenggara dan lembaga negara.

– Presiden Soekarno membubarkan KAMI karena dianggap sebagai provokator timbulnya demonstrasi. Dengan kata lain, KAMI yang menyebabkan mahasiswa turun ke jalan.

– Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret atau yang sering disebut Supersemar. Supersemar ini memberikan kewenangan pada Soeharto untuk menertibkan keamanan dan kelancaran pemerintahan.

– Pelarangan organisasi dan partai berhaluan marxisme, leninisme dan komunisme hingga saat ini.

semoga membantu :3

Leave a Comment