Musik tanjidor sering dipertunjukkan untuk mengiringi kesenian

Answered by wiki @


Pada zaman dahulu tanjidor juga sering ditampilkan dalam acara – acara besar, seperti acara Hari besar islam, parayaan cina yang sering disebut “Cap Go Meh“, atau bisa ditemukan juga pada hari sedekah bumi yang menjadi tradisi masyarakat petani Cirebon. Namun pada akhir – akhir ini musik tanjidor sudah jarang sekali ditampilkan, munkin hanya sesekali saja, biasanya untuk sekarang – sekarang ini tanjidor hanya ditampilkan pada waktu Penyambutan tamu agung, Perhelatan/pengarakan pengantin.

Table of Contents

Pembahasan

Indonesia memiliki banyak suku dengan masing-masingnya mempunyai kebudayaan dan ciri khas masing-masing tak terkecuali alat musik tradisional.

Tanjidor

Tanjidor adalah salah satu grup musik tradisional Betawi yang sangat terkenal. Seni musik yang dimainkan secara berkelompok ini sangat banyak dipengaruhi oleh musik Eropa. Musik Tanjidor dikembangkan oleh masyarakat Betawi yang banyak tinggal di daerah Bekasi dan Karawang. Daerah ini memang berdekatan dengan Jakarta sehingga budaya Betawi, termasuk Tanjidor, juga sangat kental dalam kehidupan sosial budaya masyarakat setempat.

Tanjidor merupakan ensambel musik yang namanya lahir pada masa penjajahan Hindia Belanda. Kata “tanjidor” berasal dari bahasa Portugis yaitu “tangedor” yang berarti “alat-alat musik berdawai”. Dalam kenyataannya, kesenian “tangedor” di Portugis cukup berbeda dengan kesenian Tanjidor di masyarakat Betawi, meskipun sistem tangga nadanya sama-sama diatonik. Tanjidor yang dikembangkan masyarakat Betawi justru lebih didominasi oleh alat musik tiup.

Alat Musik Tanjidor yang paling dikenal adalah Marching Bariton karena bentuknya yang besar dan suaranya yang sangat rendah, cara memainkannya pun membutuhan pernapasan yang kuat.

Alat-alat musik yang dimainkan dalam kesenian Tanjidor terdiri dari klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup), saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum (membranofon), simbal (perkusi), dan tambur. Grup musik Tanjidor biasanya terdiri dari 7-10 orang yang memainkan repertoar lagu diatonik maupun lagu-lagu yang bertangga nada pelog bahkan slendro.

Lagu yang di bawakan awalnya merupakan lagu yang terkenal pada tahun 1920an seperti Batalion, Kramton, Bananas, Delsi, Was Tak-tak, Welmes, Cakranegara. Lagu lagu ini masih kental dengan nuansa Belanda, terutama lagu kramton dan bananas yang merupakan lagu mars Belanda jaman dahulu. Namun karena sering di bawakan oleh masyarakat Betawi maka mulai muncul lagu baru bernuansa Betawi, diantaranya seperti seperti Sirih Kuning, Surilang, Kicir-Kicir, Jali-Jali, Stambul, Cente Manis, Persi, dan juga Keramat Karam.

Dalam perkembangannya, Tanjidor mulai menjadi salah satu musik tradisional yang sering memeriahkan berbagai acara adat Betawi  maupun pesta besar di ibukota Jakarta. Orkes musik ini tidak hanya di tampilkan secara “on stand” (musik panggung), namun juga sering mengiring arakan pengantin, arakan sunatan dan lain lain. selain itu juga sering di gunakan untuk mengiringi kesenian lain seperti ondel – ondel dan berbagai kesenian Betawi lainnya.

Alat alat yang digunakan dalam orkes tanjidor merupakan gabungan budaya lokal dan asing, keberadaan unsur asing dapat dilihat dari penggunaan klarinet,saksofon dan Marching Barito, keberadaan unsur lokal nampak pada penggunaan rebana dan kendhang. contoh alat musik pada orkes tanjidor adalah

  • Klarinet
  • Rebana Biang
  • Saksofon
  • Rebana Ngarak
  • Trombon
  • Tehyan
  • Simbal
  • Kendhang
  • Tamborin
  • Bass drum
  • Ketipung
  • timpani
  • terompet
  • Marching Baritone
  • Snare Drum

Pelajari Lebih Lanjut

  1. Materi tentang musik tradisional brainly.co.id/tugas/9054557
  2. Materi tentang  perbedaan musik tradisional dan non tradisional brainly.co.id/tugas/5591293
  3. Materi tentang  contoh alat musik tradisional brainly.co.id/tugas/394543

—————————-

Detil Jawaban

Kelas: 8

Mapel: Seni Budaya

Bab: 4

Kode: 8.19.4

Kata Kunci: tanjidor, alat musik tradisional, perayaan

Leave a Comment