Hadist tentang sholat adalah tiang agama

Answered by wiki @


Hadist secara istilah adlaah segala sesuatu yang di sandarkan kepada baginda rasul muhammad S.A.W baik berupa perkataan, perbuatan, siafat atau diamnya nabi. Hadist yang menyatakan bahwasannya shalat adalah tiang agaman dapat di lihat pada pembahasan.

Table of Contents

Pembahasan

Hadist yang menyetakan bahwasannya shalat adalah tiang agama

الصَّلاةُ عِمادُ الدِّينِ ، مَنْ أقَامَها فَقدْ أقَامَ الدِّينَ ، وَمنْ هَدمَها فَقَد هَدَمَ الدِّينَ

Terjemahan hadist

“Sholat merupakan tiang agama, barang siapa yang menegakkan shalat, maka dia telah menegakkan agamanya dan barangsiapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya”.

Terjemahan hadist perkata

  1. Pada الصَّلاةُ artinya dalam bahasa indonesia adalah shalat
  2. Pada عِمادُ artinya dalam bahasa indonesia adalah tiang/pondasi
  3. Pada الدِّينِ artinya dalam bahasa indonesia adalah agama
  4. Pada مَنْ artinya dalam bahasa indonesia adalah barang siapa
  5. Pada  أقَامَها artinya dalam bahasa indonesia adalah yang telah mnegakkannya
  6. Pada فَقدْ  artinya dalam bahasa indonesia adalah maka
  7. Pada أقَامَ artinya dalam bahasa indonesia adalah dia telah menegakkan
  8. Pada هَدمَها artinya dalam bahasa indonesia adalah yang merobohkannya
  9. Pada هَدَمَ artinya dalam bahasa indonesia adalah dia telah merobohkan

———————–

Hadist adalah dalil hukum kedua umat islam setelah Al qu’an. Pembagian jenis hadist dapat ditinjau dari 3 hal yaitu berdasarkan kualitas hadist, Berdasarkan jumlah perawi dan berdasarkan sumber hadist.

Aspek pertama

Menurut ilmu mustalahul hadist, hadist secara kualitas dapat di kelompokkan kedalam empat kelompok yaitu:

  1. Hadist shahih: adalah hadist yang sangat baik kualitasnya dan sangat dianjurkan untuk berjhujjah dengan menggunakan hadist golongan ini
  2. Hadist hasan: Hadist yang kuliatasnya haampir sama dengan hadist shahih, akan tetapi kekuatan hafalan perawinya lebih lemah
  3. Hadist dhaif: Hadist yang kulaitanya dibawah kualitas  hadist sahih maupun hadist hasan
  4. Hadist maudhu’: hadist ini disebut juga dengan hadist palsu, karena hadist ini dikarang oleh orang tidak bertengung jawab dan mengatakan bahwa itu adalah hadist, hukum berujjah dengan hadist ini hukumnya adalah haram

Aspek kedua

Menurut ilmu mustalahul hadist, hadist berdasarkan jumlah perawi dapat di kelompokkan kedalam 3  kelompok yaitu:

  1. Hadist mutawatir : Hadist yang diriwayatkan oleh banyak perawi dan dapat dipastikan perawi tersebut bersepakat untuk berbohong tentang isi hadist tersebut
  2. Hadist Masyhur : Hadist yang diriwayatkan oleh beberapa perawi yang sudah terkenal akan kualitas perawinya dan jumlahnya belum mencapai jumlah hadist mutawattir.
  3. Hadist Ahad: Hadist yang diriwayatkan oleh satu orang perawi

Aspek ketiga

Menurut ilmu mustalahul hadist, hadist berdasarkan sumber asalnya dapat di kelompokkan kedalam 3  kelompok yaitu:

  1. Hadist Quliyah : Hadist yang berasal dari perkataan atau ucapan  Nabi Muhammad S.A.W
  2. Hadist Fi’liyyah: Hadist yang berasal dari perbuatan atau praktek yang langsung dilakukan oleh  Nabi Muhammad
  3. Hadist Taqririyyah : Hadist yang berasal dari diamnya Nabi Muhammad ketika melihat ibadah sahabat-sahabat nabi

Pelajari lebih lanjut

  1. Materi tentang contoh hadist fi’liyyah, hadist quliyyah, hadist taqririyyah, di link brainly.co.id/tugas/4276850#
  2. Materi tentng contoh hadist fi’liyyah dalam praktek ibadah sehari-hari
  3. Materi tentang hadist fi’liyyah, di link brainly.co.id/tugas/13712054https://brainly.co.id/tugas/3975256
  4. Materi tentang pembagian dan penjelasan tentang hadist, di link brainly.co.id/tugas/11370165
  5. Materi tentang pembagian hadist, di link brainly.co.id/tugas/19644827

=========================

Detail jawaban

Kelas : X

Mata pelajaran : Agama

Bab : Al-Qur’an dan Hadis adalah Pedoman Hidupku

Kode soal: 10.14.4

Kata kunci : hadist, pembagian hadist, hadist fi’liyyah, hadist qauliyyah, hadist taqririyyah

Leave a Comment